Begitu pula dengan cincin lamaran. Cincin untuk lamaran ternyata juga memiliki mitos dan fakta menarik. Walaupun terkesan biasa
Negara kita memang negara yang sangat kaya akan keanekaragamannya. Baik keanekaragaman flora dan fauna, hingga budayanya. Terlepas dari itu, beberapa daerah di Indonesia masih sangat kental dengan mitos-mitosnya. Begitu pula dengan cincin lamaran. Cincin untuk lamaran ternyata juga memiliki mitos dan fakta menarik. Walaupun terkesan biasa, Anda perlu memahami hal ini dengan baik untuk mengetahui kebaikan dan keburukan di balik sesuatu.
Lamaran merupakan prosesi sakral bagi sepasang kekasih yang ingin menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Lamaran berarti ikatan sementara sebelum kedua pasangan benar-benar menikah. Cincin sangat diperlukan sebagai simbol yang mengikat dua belah pihak. Nah, berikut fakta menarik mengenai hal tersebut.
Cincin di jari manis
Kebanyakan wanita akan mengenakan cincin di jari manis sebelah kiri. Kabarnya, masyarakat zaman dulu percaya bahwa jari manis pada tangan kiri wanita terdapat pembuluh vena amoris. Pembuluh ini langsung terhubung ke jantung. Maka dari itu, kebiasaan ini tetap dilakukan sampai saat ini. Amoris berasal dari kata amor, yang dalam mitologi Yunani berarti cinta, dewa asmara. Dipercaya, jika hal ini dilakukan akan dapat membawa kebahagiaan bagi pasangan kekasih. Kira-kira ini mitos atau fakta, ya?
Cincin dari platinum
Ada cincin platinum dan emas. Kedua bahan ini sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan perhiasan. Terlebih lagi platinum. Bahan ini mengandung hypoallergenic, yaitu zat yang dapat menghindari alergi bagi pemakainya, baik gatal-gatal, kemerahan, hingga iritasi. Maka dari itu, platinum merupakan jenis cincin lamaran favorit para calon mempelai. Selain memiliki kandungan zat tersebut, perhiasan platinum juga mengandung sedikit tambang dari emas putih, jadi lebih aman dipakai.
Undang-undang mengenai cincin lamaran
Pada abad ke-20, di Amerika terdapat sebuah UU mengenai pelanggaran janji pernikahan. Isinya yaitu cincin pertunangan dari pihak pria yang sudah diberikan kepada pihak wanita merupakan hadiah bagi sang wanita. Namun, jika pernikahan yang berlangsung gagal, cincin akan dikembalikan ke pihak pria. Miris sekali bukan jika harus berakhir demikian.
Bentuk cincin
Fakta awalnya, tradisi tukar-menukar cincin tunangan merupakan lambing dari sebuah keabadian bagi pasangan. Meskipun demikian, di era yang semakin maju ini makna dari bentuk sebuah cincin untuk lamaran pun semakin beraneka ragam. Aneka ragam bentuk cincin ini sekarang memiliki ragam dengan menambahkan berlian yang besar ataupun juga cincin dengan berlian yang melingkarinya.
Bergesernya makna
Dahulu, cincin untuk lamaran melambangkan sebuah komitmen seorang pria terhadap wanita pasangannya untuk terus bersamanya. Namun, seiring berjalannya waktu makna dari cincin ini telah mengalami sedikit pergeseran. Saat ini banyak dari para lelaki yang memberikan cincin sebagai singgungnya pernikahan yang akan diselenggarakannya.
Nah, terlepas dari kebingungan mengenai mitos atau fakta, yuk pikirkan model cincin berlian yang cocok untuk pasangan Anda. Untuk Anda yang ingin mendapatkan berbagai model cincin lamaran yang memiliki desain unik, simple, mewah, juga elegan, Anda bisa mendapatkannya di Mondial jeweler. Mondial Jeweler ini menghadirkan banyak sekali model perhiasan berlian yang bisa Anda gunakan untuk prosesi pernikahan. Mulai dari cincin untuk lamaran, hingga kalung untuk tampil menawan di pesta resepsi pernikahan.
Maka dari itu, untuk Anda yang kebingungan mencari satu set perhiasan persiapan prosesi pernikahan, yuk segera dapatkan semua mimpi Anda di Mondial Jeweler.

