Alat pendeteksi emas terdiri dari beberapa komponen penting, salah satunya yaitu koil. Bagi Anda yang belum mengenal koil
Menambang atau mencari emas akan lebih mudah jika menggunakan alat pendeteksi emas. Namun sebelum membelinya, akan lebih baik jika Anda mengenal salah satu komponen terpenting yaitu coil atau koil. Koil sendiri merupakan komponen detektor emas yang berada di bawah tuas detektor. Bentuk koil seperti piring, kupu-kupu, dan bulat.
Fungsi koil sendiri sebagai antena yang mengirim dan menerima sinyal logam dari tanah maupun air. Koil sendiri memiliki tipe dan ukuran yang beragam. Teknologi yang disematkan juga beragam. Berikut ini beberapa hal mengenai koil yang perlu Anda ketahui:
Tipe Koil
Berikut ini adalah tipe-tipe koil yang perlu Anda ketahui:
Double D Coils
Tipe koil pertama adalah Double D Coils atau DD Coils. Koil ini memiliki dua bagian yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal dan juga menerima sinyal. Bentuknya terlihat seperti kupu-kupu yang memiliki dua sayap. Beberapa kelebihan DD Coils yaitu sinyal lebih stabil, dapat membedakan besi dan non-besi, lebih cepat mendeteksi, dan cocok untuk para pemula.
Monoloop Coil
Monoloop Coil termasuk jenis koil yang sering digunakan. Bentuknya bulat dan terlihat seperti piring. Beberapa keunggulan penggunaan monoloop coil yaitu kedalaman optimal, khusus untuk detektor pulse induction, dan memiliki sensitivitas yang optimal.
Concentric Coil
Tipe koil terakhir yang biasa digunakan untuk menambang emas adalah concentric coil. Seperti nama yang disematkan, koil ini berbentuk konsentrik. Kelebihan jika menggunakannya yaitu optimal pinpointing, memiliki sensitivitas yang bagus, penggunaan yang praktis di area sulit, dan lain sebagainya.
Ukuran Koil dan Pengaruhnya
Ukuran koil ternyata tidak bisa dipilih sembarangan saat Anda akan menambang emas. Pasalnya ukurannya berpengaruh pada hasil aplikasi. Berikut ini informasi mengenai ukuran koil dan pengaruhnya pada deteksi emas:
Semakin besar ukuran koil, maka jangkauan deteksi bawah tanah, air atau batu semakin dalam.
Semakin besar ukuran koil, maka sensitifitasnya akan berkurang.
Semakin besar ukuran koi, maka akan semakin sulit mendeteksi di area sulit seperti permukaan yang tidak rata.
Penggunaan Koil yang Tepat
Anda bisa memilih ukuran koil dengan tips berikut ini:
Koil besar
Koil besar sangat cocok jika digunakan untuk mencari emas di area yang permukaannya rata. Pasalnya koil tersebut memiliki jangkauan deteksi yang dalam. Selain itu, koil besar juga lebih mudah menemukan emas di area-area rata. Contoh area yang tepat yaitu padang pasir, pantai, dan lain sebagainya.
Sementara area yang tidak direkomendasikan untuk menggunakan koil besar adalah area yang banyak sampah logamnya. Apabila memang ingin menggunakannya, sebaiknya pilih tipe DD Coils yang mampu membedakan antara emas, besi, dan non-besi.
Koil kecil
Koil kecil memang memiliki kekurangan karena jangkauan deteksinya yang tidak terlalu dalam. Meskipun begitu, koil kecil memiliki sensitivitas yang sangat baik, bahkan mampu mendeteksi emas dengan ukuran kecil.
Penambang dan pencari emas profesional bahkan lebih sering menggunakan koil kecil dibandingkan koil besar. Pasalnya jangkauan deteksi yang kecil malah membuat hasilnya lebih akurat dibandingkan koil besar.
Itulah informasi mengenai koil yang menjadi salah satu komponen terpenting pada alat pendeteksi emas. Bingung memilih alat yang berkualitas? Minelab merupakan pilihan yang tepat. Brand satu ini menawarkan detektor emas dari entry class hingga high class. Jika Anda adalah pemula, Anda bisa memilih Minelab GOLD MONSTER 1000. Harganya terjangkau namun kualitasnya sudah sangat baik. Informasi dan pembelian produk bisa Anda lakukan di website www.minelab.co.id.

