Selasa, 14 Oktober 2014

Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Pada Masa Pertumbuhan Anak

Filled under:

Seperti kita ketahui, komunikasi merupakan aktivitas dasar dan kebutuhan primer dari individu. Komunikasi dapat menjadi kunci sukses, juga dapat menjadi penghambat. Kemampuan komunikasi ini dapat dipupuk sejak masa awal pertumbuhan anak. Tentunya mulai anak belajar bicara. Bahkan ketika dimulai yang hanya bergumam atau cooing yang meningkat menjadi babbling. Yaitu beberapa suku kata yang tidak terangkai sempurna. Dengan dipupuk sejak dini, kemampuan berkomunikasi seseorang akan menjadi modal kesuskesannya.


Komunikasi pada dasarnya melibatkan sender dan receiever. Yaitu bagaimana pesan disampaikan oleh sender dan diterima oleh receiver melalui media yang dipilih. Baik langsung maupun tidak langsung. Adapun penerimaan pesan ini akan dipengaruhi juga oleh noise. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, tentu baik sender maupun receiver dapat mengurangi noise atau gangguan ini. Sehingga maksud penyampai pesan dapat diterima dengan baik oleh si penerima. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada saat masa pertumbuhan pada anak antara lain:

Mengajak bersosialisasi dengan banyak orang, khususnya dengan teman sebaya. Bisa dengan cara bermain.
Membacakan cerita pada saat anak akan tidur.

Biasanya cara paling efektif adalah cara pertama diatas. Karena dengan bermain, orangtua juga mendapat banyak kesempatan untuk mengarkan kosakata baru. Selain itu dengan bermain orangtua juga dapat mengajarkan bagaimana seharusnya bersikap, melalui cara berbagi dan lainnya. Jadi, jangan pernah ragu untuk mengajarkan komunikasi sejak masa pertumbuhan anak? Karena tentu banyak manfaat positif yang akan diambil.