Kamis, 11 September 2014

Penggunaan Bedak pada Bayi

Filled under:


Sebagai orang tua Anda harus memahami setiap tahap perkembangan bayi secara intensif. Dari yang tidak bisa apa apa sampai bisa tengkurap, jalan, memanggil ‘mama’ dan hal lainnya. Jangan sampai anak Anda mengalami gangguan perkembangan hanya gara gara hal sepele. Seperti kurang menjaga kebersihan atau mungkin sang anak tidak dalam pengawasan Anda.Tetapi jika bicara mengenai perkembangan bayi, sebagai orang tua Anda pasti membutuhkan kebutuhan lain untuk menunjang perkembangan bayi misalnya bedak.

Bedak merupakan kebutuhan wajib bayi semenjak ia lahir. Siapa yang tidak gemas melihat bayi Anda wangi semerbak. Bedak digunakan untuk menunjang tahap perkembangan bayi yaitu untuk menjaga kelembaban kulit sang bayi sehingga kulit bayi menjadi dingin dan sejuk. Selain itu untuk mencegah iritasi pada kulit bayi, dan mengatasi gatal gatal. Biasanya selesai mandi, bayi yang baru lahir akan diberi bedak tabur. Tidak banyak yang tahu jika kebiasaan ini tidak dianjurkan karena penelitian menunjukkan bahwa bedak tabur beresiko masuk ke paru-paru bayi yang akan menimbulkan permasalahan bagi pernafasan bayi. Hal ini karena wujud bedak tabur yang berbentuk serbuk yang sangat halus, yang memungkin di hirup oleh bayi.



Untuk menghindari resiko terhadap tahap pertumbuhan bayi, gantilah bedak tabur dengan menggunakan bedak padat. Ketika mengusapkan bedak ke tubuh bayi, gunakan spon lembut dan oleskan secara perlahan. Bedak padat tersebut tidak perlu di oleskan ke sekujur tubuh, sebab bagian yang sebenarnya membutuhkan bedak adalah leher, ketiak serta lipatan paha. Waktu belanja bedak, jangan terburu-buru memasukkan bedak kedalam keranjang belanja Anda. Cermati dahulu bahan kandungannya. Bedak yang berbahan dasar Talc lebih baik dihindari, karena bahan tersebut diperoleh dari batu mineral yang digiling menjadi butiran halus dan disinyalir bisa menyebabkan radang paru-paru.

Penggunaan bedak bayi yang salah kaprah selanjutnya adalah saat setelah bayi buang air. Biasanya, sang ibu akan membersihkan area pantat bayi dan menaburkan bedak sebanyak mungkin hingga di area lipatan paha. Perlu diingat bahwa kulit bayi masih tergolong sangat sensitif, sehingga memberikan bedak berlebihan hanya akan membuat sirkulasi udara di area tersebut menjadi tertutup dan bahkan akan menyebabkan iritasi. Untuk menghindari terkendalanya perkembangan bayi, sebagai pengganti bersihkan area pantat dan paha dengan kapas yang sudah dicelup ke dalam air hangat lalu gunakan handuk lembut untuk mengeringkannya.