Senin, 05 Desember 2016

Stimulasi Sesuai Tahapan Usia Anak


Stimulasi adalah kegiatan untuk merangsang fungsi dan cara kerja otak guna membantu mengoptimalkan kemampuan dasar anak selama dalam masa tumbuh kembangnya. Stimulasi pada anak perlu dilakukan karena dapat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan tumbuh kembang fisik anak dimasa yang akan datang.

Untuk membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak, stimulasi harus dilakukan secara tepat sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak. karena pada setiap tahapan usia, anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda dan memerlukan stimulasi yang berbeda-beda pula.

Pemberian stimulasi pada anak harus disertai dengan asupan nutrisi yang sangat penting untuk proses tumbuh kembang fisik dan otaknya. Makanan empat sehat lima sempurna bersama susu dancow bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai menu sehat anak disetiap harinya. Saat ini, varian susu dancow telah hadir dengan berbagai manfa’at yang disesuaikan dengan tahapan usia si kecil dan mengandung banyak vitamin dan nutrisi penting didalamnya.

Dalam masa tumbuh kembang anak, ia memerlukan stimulasi yang dilakukan sejak usia dini, bahkan sejak ia dalam kandungan ibunya. Saat otak janin mulai tumbuh dan berkembang dalam kandungan, ibu sudah bisa melakukan stimulasi dengan cara mengajaknya berbicara, mendengarkan lantunan ayat suci al-qur’an, maupun memperdengarkan musik. Karena janin dalam kandungan di usia trimester kedua dan selanjutnya sudah dapat mendengarkan suara ayah dan ibunya.

Pada saat anak usia kurang dari satu tahun, anda bisa menstimulasi otaknya dengan mengajaknya berinteraksi baik dengan mengajaknya berkomunikasi, mengajaknya bernyanyi, bercerita dengan menggunakan boneka, mengenalkan warna dan gambar, dan perlahan-lahan mengenalkan kosa kata dengan cara pengucapan yang tepat terhadap anak.

Untuk anak dalam usia batita, stimulasi yang tepat bisa anda lakukan dengan cara menyebutkan nama bagian anggota tubuh anak, mengajarkan anak untuk dapat mengatakan 2 kalimat untuk memperluas kosa katanya, mengenakan berbagai nama barang, becerita tentang gambar buku, dan perlahan-lahan mengajarkan anak bagaimana cara berhitung dan membaca dengan mengajaknya bermain sambil belajar.